Pelatihan Penelitian Aspek Sosial dan Fisik di Pantai Bugel

Sebagai seorang geograf, kegiatan penelitian tidak akan pernah bisa untuk ditinggalkan. Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi masalah dan memecahkannya. Pengenalan kegiatan penelitian haruslah dilakukan sedini mungkin, maka dari itu, untuk mengenalkan kegiatan penelitian mahasiswa angkatan baru yaitu angkatan 2010, GSC melakukan kegiatan pelatihan penelitian di Pantai Bugel pada hari sabtu tanggal 26 Februari 2011. Pantai ini terletak di Kabupaten Kulon Progo dan relatif sepi pengunjung.

Kelompok penelitian ini terbagi dalam dua tim, yaitu tim yang melakukan penelitian di bidang sosial terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian di bidang fisik dan tim yang melakukan kegiatan penelitian di bidang fisik terlebih dahulu yang kemudian dilanjutkan dengan penelitian di bidang sosial. Pembagian kelompok ini bertujuan agar semua mahasiswa dapat berkesempatan menggunakan alat-alat praktek yang terbatas. Dalam melakukan kegiatan penelitian di bidang sosial ini, mahasiswa harus berhati-hati dalam memberikan pertanyaan kepada warga masyarakat karena warga masyarakat di sekitar Pantai Bugel ini menjadi lebih sensitif jika menyangkut tentang pertambangan pasir besi yang dicanangkan oleh pemerintah daerah setempat. Untuk itu, dalam pelatihan kali ini, mahasiswa harus pintar-pintar memberikan pertanyaan kepada masyarakat sekitar. Kelompok yang kedua, meneliti tentang aspek fisik yaitu mengenai kemiringan lereng, membuat garis kontur dengan alat-alat praktikum, menghitung ketinggian muka air laut.

Setelah masing-masing kelompok menyelesaikan penelitian di semua bidang, mahasiswa diwajibkan untuk membuat hasil dari penelitiannya tersebut dan kemudian dipresentasikan. Waktu presentasi hanya disediakan sekitar 15 menit, untuk itu mahasiswa diharapkan dapat memberikan informasi yang langsung menuju ke pokok permasalahan dan penyelesaiannya. Setelah semua kelompok mempesentasikan hasil penelitiannya, maka kegiatan selanjutnya adalah pelantikan anggota baru GSC tahun 2011-2012. Acara pelantikan ini dipimpin oleh Presiden GSC Lintang, yang diikuti oleh pengucapan janji anggota GSC.

Kegiatan penelitian ini merupakan serangkaian agenda kegiatan GSC pada satu tahun ke depan yang selanjutknya akan dilakukan kegiatan-kegiatan lain sesuai dengan minat divisi masing-masing mahasiswa. Melalui kegiatan pelatihan penelitian ini diharapkan sebagai seorang geograf, mahasiswa dapat lebih peka terhadap permasalahan di sekitar dan mempunyai sosuli untuk pemecahan masalah tersebut.

Pelajar DIY Kritisi Kondisi Lingkungan lewat GESTURE

BULAKSUMUR (KU) – Untuk membangun semangat pelajar Yogyakarta akan kepeduliannya pada lingkungan sekitar, Geography Study Club (GSC) Fakultas Geografi UGM telah menyelenggarakan kegiatan GESTURE (Geography Student Creativity Week). Dengan mengambil tema "Dinamika Sosio-Ekologi Masyarakat Kota Pelajar menurut Perspektif Intelektual Muda", GESTURE kali ini meliputi Lomba Debat Berbahasa Inggris, Lomba Pidato Berbahasa Inggris, dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). 



Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Geografi, Dr. Lutfi Muta’ali, S.Si., M.T., mengatakan dalam perlombaan yang diadakan Minggu (14/11) ini diikuti oleh siswa-siswi SMA negeri dan swasta di Provinsi DI Yogyakarta. Hal tersebut menunjukkan besarnya perhatian para pelajar di provinsi ini terhadap kondisi lingkungannya. "Mereka dapat dengan lugas memaparkan ide dan pemikiran mereka kepada publik dengan baik. Potensi ini yang seharusnya dapat terus dibina dan dikembangkan supaya nantinya ide-ide cemerlang mereka tidak hanya berhenti di GESTURE, namun juga dapat diaplikasikan di masyarakat sebagai bentuk kontribusi mereka untuk lingkungannya," kata Lutfi Muta’ali dalam rilisnya yang dikirim kepada wartawan, Selasa (16/11). 

Menurut Lutfi, pelajar sebagai kaum intelektual muda dituntut untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi serta perubahan lingkungan sekitarnya. Segala jenis informasi yang masuk dalam tatanan hidup masyarakat dan teknologi baru yang terus bermunculan tentu akan mempengaruhi interaksi masyarakat dengan lingkungan, baik dari segi ekologi maupun fenomena sosial budaya yang ada. "Melalui kemampuan intelektualnya, pelajar dianggap mampu mengkritisi perubahan ini dan menyikapinya dengan bijaksana. Pada masa seperti sekarang ini, tentunya kontribusi pelajar sangat diharapkan dalam mengkritisi kondisi lingkungannya serta mengubahnya ke arah yang lebih baik," tuturnya. 

Hasil Lomba GESTURE kategori Debat Berbahasa Inggris, juara I diraih oleh tim SMA Negeri 9 Yogyakarta, disusul oleh SMA Stella Duce II Yogyakarta dan MA Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta sebagai juara II dan III. Untuk Lomba Pidato Berbahasa Inggris, tampil sebagai juara I adalah Indriani Pratiwi dari SMA Negeri 2 Yogyakarta, sedangkan juara II dan III berturut-turut ialah Vincensia Ariane Avianti dari SMA Stella Duce II Yogyakarta dan Monica Daru Murti dari SMA Stella Duce II Yogyakarta.

Untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), juara I diraih oleh MAN 3 Yogyakarta dengan judul "Pergeseran Nilai Fungsi Andong yang Ramah Lingkungan di Kota Pelajar". Berikutnya, juara II adalah SMA Negeri 8 Yogyakarta dengan judul "Kelayakan Pasir dari Sungai Gendol sebagai Bahan Bangunan", dan diikuti juara III, SMA Kolese de Britto, dengan judul "Pengaruh Tradisi Ciblon terhadap Kebersihan Sungai Code". (Humas UGM/Gusti Grehenson) 

sumber: http://ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=3206